Senin, 05 Maret 2012

Bahaya Tikus dan Kecoak

Tikus :
Tikus
Rattus norvegicus atau yang biasa kita kenal sebagai tikus curut / got , adalah jenis spesies yang paling sering kita jumpai di persawahan hingga perkotaan. Tikus jenis ini merupakan jenis tikus pengerat yang biasanya juga digunakan dalam penelitian di laboratorium, serta sub-speciesnya yakni tikus putih juga merupakan salah satu binatang yang digemari untuk di pelihara.
Namun dibalik itu semua , rattus norvegicus juga memiliki bahaya terhadap manusia.
diantaranya adalah:


1. Penyakit Leptospirosis (Penyakit Kencing Tikus)
Urine tikus yang mengandung bibit penyakit leptospirosis dapat mencemari air di kamar mandi atau makanan yang tidak disimpan pada tempat yang aman.

Adakah risiko kematian akibat penyakit ini?
Angka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi, mencapai 2,5 sampai 16,45 persen atau rata-rata 7,1 persen.
Penyakit ini dijangkiti melalui kutu yang terdapat pada badan tikus (Xenopsylla cheopis) berupaya melompat dan bergantung pada bulu roma manusia.

2. Riketsia
Penyakit ini berlaku akibat terjangkit bakteria yang dipindahkan melalui gigitan tungau* yang terdapat pada badan tikus. Tanda-tandanya ialah demam, radang paru-paru, benkak kelenjar limpa, kelelahan dan gangguan mental.

*tungau Tungau adalah sekelompok hewan kecil bertungkai delapan yang, bersama-sama dengan caplak, menjadi anggota superordo Acarina. (bukan kutu)

3. Demam Gigitan Tikus (rat bite fever)
Bakteri yang menyebabkan terjangkitnya penyakit ini masuk ke badan manusia adalah melalui gigitan tikus, serta makanan yang tercemar dengan gigitan tikus dan dimakan oleh manusia.

Kecoak :
Kecoa atau coro adalah jenis serangga dari ordo Blattodea yang kurang lebih terdiri dari 3.500 spesies dalam 6 familia. Kecoa terdapat hampir di seluruh belahan bumi, kecuali di wilayah kutub (dikarenakan suhu kecoa tidak cocok).
Kecoak

Di antara spesies yang paling terkenal adalah kecoa Amerika Periplaneta americana yang memiliki panjang 3 cm. Meski kecoa amerika namun kecoa ini yang biasanya ada di rumah rumah agan dan juga beberapa spesies kecoa seperti Kecoa Jerman, Blattella germanica, dengan panjang ±1½ cm, dan kecoa Asia, Blattella asahinai, dengan panjang juga sekitar 1½ cm. Kecoa sering dianggap sebagai hama dalam bangunan, walaupun hanya sedikit dari ribuan spesies kecoa yang termasuk dalam kategori ini.

Adapun penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kecoa ini adalah :
1. Tifus
Tifus atau typhoid fever adalah suatu penyakit infeksi bakterial akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Di Indonesia penderita tifus atau disebut juga demam tifoid cukup banyak, nyaris tersebar di mana-mana, ditemukan hampir sepanjang tahun, dan paling sering diderita oleh anak berumur 5 sampai 9 tahun.
Penyakit ini dihantarkan oleh kecoa melalui makanan yang dihinggapinya, buruknya lingkungan dan kurangnya rasa peduli akan kebersihan akan membuat penyakit ini sulit untuk di deteksi.

2. Diare
Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris = diarrhea) adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Di Dunia ke-3, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 1,5 juta orang per tahun.

3. Tuberkulosa(TBC)
Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.

4. Kolera
Kolera (juga disebut Asiatic cholera) adalah penyakit menular di saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakterium Vibrio cholerae. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi oleh sanitasi yang tidak benar atau dengan memakan ikan yang tidak dimasak benar, terutama kerang. Gejalanya termasuk diare, perut keram, mual, muntah, dan dehidrasi. Kematian biasanya disebabkan oleh dehidrasi. Kalau dibiarkan tak terawat kolera memiliki tingkat kematian tinggi. Perawatan biasanya dengan rehidrasi agresif "regimen" biasanya diantar secara intravenous, yang berlanjut sampai diare berhenti.

5. Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin (racun), seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut "hepatitis akut", hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut "hepatitis kronis".


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar